Feyenoord Taklukkan Como 3-2, Raih Kemenangan Perdana di Liga Champions Musim Ini

Feyenoord akhirnya meraih kemenangan perdana dalam UEFA Champions League 2026/2027 setelah mengalahkan Como 1907 dengan skor 3-2 pada Rabu, 14 Oktober 2026, di Stadion De Kuip, Rotterdam. Pertandingan sepak bola yang berlangsung sengit tersebut menghadirkan lima gol dan perubahan momentum menarik. Como sempat unggul melalui Assane Diao sebelum Gjivai Zechiël menyamakan kedudukan. Anis Hadj Moussa kemudian membawa Feyenoord berbalik memimpin, disusul gol bunuh diri Robert Sánchez. Tasos Douvikas memperkecil ketertinggalan Como pada masa tambahan waktu. Hasil ini menjadi titik kebangkitan penting bagi Feyenoord setelah mengalami kekalahan telak dari Barcelona pada pertandingan pembuka.
Feyenoord Raih Kemenangan Perdana atas Como di Liga Champions
Skuad berjuluk De Stadionclub mampu mengamankan kemenangan pertama dalam kompetisi antarklub elite Eropa setelah mengalahkan wakil Italia melalui lima gol. Bermain di Stadion De Kuip, Feyenoord berhasil meningkatkan kualitas permainan setelah mengalami kekalahan pada laga pertama. Pertandingan menghadapi Como menghadirkan tantangan cukup besar karena Como berhasil membuka keunggulan. Akan tetapi, skuad tuan rumah berhasil menunjukkan ketahanan mental. Kemampuan mengejar ketertinggalan memberikan pengaruh besar dalam perolehan tiga poin.
Tambahan tiga poin dari pertandingan tersebut memberikan keuntungan besar bagi Feyenoord karena pertandingan pertama berakhir dengan kekalahan empat gol dari Barcelona. Kekalahan pada September sebelumnya meningkatkan kebutuhan untuk bangkit. Setelah berhasil menundukkan wakil Italia, tim asal Belanda tersebut mulai memperbaiki peluang dalam persaingan fase liga. Walaupun berhasil meraih tiga poin, kebobolan dua gol tetap menjadi bahan evaluasi. Dalam kompetisi sepak bola modern, produktivitas ofensif harus berjalan seimbang dengan organisasi lini belakang.
Assane Diao Bawa Como Unggul Lebih Dahulu
Tim asuhan Cesc Fàbregas membuka duel dengan upaya membangun tekanan meskipun bermain jauh dari kandang sendiri. Dalam fase awal babak pertama, Assane Diao memecah kebuntuan untuk tim tamu. Penyelesaian Diao mengubah kedudukan menjadi 0-1. Dari sudut pandang Como, gol pembuka pada menit ke-18 memberikan dorongan semangat. Keberanian tim tamu memperlihatkan bahwa status pendatang baru tidak menghalangi persaingan. Pada laga berintensitas tinggi, keberanian mengambil inisiatif berpotensi memengaruhi jalannya pertandingan.
Gol pembuka Assane Diao hanya berlangsung singkat karena Feyenoord langsung meningkatkan tekanan. Pada menit ke-20 pertandingan, Gjivai Zechiël berhasil membobol gawang Como. Gol Zechiël menghapus keunggulan tim tamu. Gol balasan dalam waktu singkat membantu mengembalikan momentum permainan. Dalam situasi tertinggal, Feyenoord mampu mempertahankan keyakinan. Hasil sementara menjadi imbang membuat pertandingan semakin terbuka untuk membangun serangan berikutnya. Hingga babak pertama berakhir, belum ada tim yang kembali unggul.
Gjivai Zechiël Jadi Pemain Penting dalam Kebangkitan Feyenoord
Gol yang dicetak Gjivai Zechiël menjadi momen penting terhadap perkembangan permainan tuan rumah. Memberikan respons segera terhadap keunggulan lawan memperlihatkan semangat kompetitif dalam menghadapi tekanan pertandingan. Untuk tim asal Rotterdam, penyelesaian itu memiliki makna lebih luas, tetapi juga mengurangi tekanan terhadap pemain. Ketika pertandingan kembali imbang, para pemain dapat lebih tenang. Perubahan kondisi tersebut memberikan ruang bagi pemain tengah mengembangkan permainan.
Tidak hanya berkaitan dengan kepercayaan diri, respons Feyenoord pada menit ke-20 memperlihatkan manfaat koordinasi ketika membangun serangan. Pada level Liga Champions, kesempatan mencetak gol tidak selalu datang berulang. Karena itu, kecepatan mengambil keputusan sering menentukan hasil serangan. Tim asal Belanda tersebut menunjukkan kesiapan menghadapi perubahan skor tanpa kehilangan arah permainan. Hal tersebut membuka peluang membalikkan keadaan setelah babak pertama selesai.
Gol Hadj Moussa pada Menit Ke-52 Jadi Titik Balik
Memasuki babak kedua, Feyenoord berusaha mengambil inisiatif serangan. Tuan rumah mencoba mengembangkan pergerakan pemain menuju kotak penalti. Strategi menyerang demikian segera memberikan hasil pada menit ke-52. Anis Hadj Moussa mampu membawa tuan rumah berbalik unggul. Keberhasilan pemain sayap itu membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal. Bagi Feyenoord, penyelesaian tersebut membawa momentum positif. Ketika awal pertandingan tidak berjalan sesuai harapan, tim asal Belanda itu akhirnya mendapatkan keunggulan melalui kontribusi pemain pada sektor ofensif.
Peran Anis Hadj Moussa menegaskan nilai kreativitas dari sisi lapangan ketika membangun serangan pada babak kedua. Dalam sepak bola modern, pemain ofensif yang mampu bergerak cepat berpotensi membuka ruang tambahan bagi bek yang harus melakukan penjagaan. Keberhasilan mencetak gol kedua memaksa tim tamu mencari respons. Setelah memimpin dengan skor 2-1, Feyenoord berpeluang memanfaatkan ruang yang ditinggalkan lawan. Meski sudah berbalik unggul, pertandingan masih menyisakan banyak waktu sehingga pengelolaan momentum menjadi penting.
Gol Bunuh Diri Robert Sánchez Perbesar Keunggulan Feyenoord
Keunggulan Feyenoord memberikan keuntungan lebih besar pada fase penutup. Pada menit ke-82, bola masuk ke gawang Como melalui Robert Sánchez. Gol ketiga Feyenoord memperlebar jarak menjadi dua gol. Untuk skuad asal Rotterdam, selisih dua gol memberikan keuntungan. Sebaliknya, Como berada dalam situasi sulit karena kesempatan menyamakan kedudukan menjadi terbatas. Kesalahan yang berujung gol tersebut memperlihatkan kebutuhan terhadap ketenangan mengantisipasi bola dalam menjaga keseimbangan pertahanan.
Kendati waktu pertandingan hampir habis, Como tidak berhenti berusaha untuk menciptakan gol tambahan. Ketika pertandingan memasuki menit ke-90+3, Tasos Douvikas memperkecil skor menjadi 3-2. Penyerang asal Yunani tersebut menunjukkan ketajaman di fase akhir. Penyelesaian pada masa tambahan waktu mengembalikan ketegangan pertandingan. Namun demikian, upaya terakhir tim tamu tidak menghasilkan gol berikutnya. Feyenoord akhirnya membawa pulang tiga poin dengan skor akhir 3-2. Drama pada penghujung laga menegaskan perlunya kewaspadaan hingga seluruh waktu tambahan berakhir.
Kemenangan Feyenoord Jadi Modal Penting untuk Pertandingan Berikutnya
Tambahan tiga poin atas Como menjadi modal berharga dalam upaya memperbaiki posisi klasemen. Ketika sebelumnya gagal mendapatkan poin, Feyenoord akhirnya menunjukkan perkembangan melalui keberhasilan membalikkan ketertinggalan. Namun demikian, kebobolan dari Diao dan Douvikas tetap menjadi perhatian. Pada pertandingan berikutnya, koordinasi antarpemain belakang harus terus ditingkatkan. Bagi Giovanni van Bronckhorst, menentukan pendekatan taktis yang tepat menjadi kebutuhan utama menghadapi tantangan fase liga selanjutnya.
Sementara itu bagi wakil Italia, hasil negatif di Rotterdam menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan Liga Champions musim ini. Como sebelumnya, meraih tiga poin setelah menundukkan Leipzig. Pada pertandingan tandang berikutnya, Como gagal melanjutkan momentum kemenangan. Pengalaman tersebut menggambarkan sulitnya menjaga konsistensi. Bagi Cesc Fàbregas, kemampuan mengendalikan momentum membutuhkan perhatian pada sesi latihan. Selain itu, produktivitas Diao dan Douvikas menunjukkan potensi ofensif menjelang agenda kompetisi pada pekan selanjutnya.
Kemenangan Perdana Feyenoord Jadi Awal Kebangkitan
Kemenangan Feyenoord atas Como menjadi pencapaian penting dalam Liga Champions 2026/2027. Meskipun sempat tertinggal, tim asal Belanda menunjukkan respons positif melalui kontribusi pemain muda pada menit ke-20. Hadj Moussa setelah turun minum mengubah skor menjadi 2-1, sebelum kesalahan yang berujung gol ke gawang sendiri membuat Feyenoord memimpin dua gol. Pemain asal Yunani itu berhasil mencetak gol pada masa tambahan waktu, tetapi Feyenoord tetap mempertahankan kemenangan. Pertandingan tersebut memperlihatkan manfaat mentalitas, efektivitas serangan, dan konsentrasi dalam sepak bola modern. Bagaimana pendapat Anda, apakah hasil atas Como mampu meningkatkan konsistensi Feyenoord pada kompetisi musim 2026/2027? Sampaikan analisis Anda mengenai perlawanan Como.






